Candi Plaosan

Pada hari jum’at 20 januari 2017, sekitar jam 2 siang kami mau pergi candi plaosan. Kami pergi ke sana menggunakan kerobak sapi. Kami sampai di sana ada yang berfoto masing-masing dan ada juga yang bikin video klip. Di tempat candi plaosan terdapat dua candi yaitu candi utama selatan dan candi utama utara. Kami pun masuk dalam candi itu, dalam candi itu ada patung tapi tak berkepala dan di dalam candi itu sangat gelap.
Kami sangat asyik berfoto-foto di candi tersebut dan sampai akhirnya ada pengunjung yang berasal dari korea. Kami pun pengen berfoto dengan orang korea, awalnya kami malu-malu. Ketika berjalan di sampai kami orang korea dan menyapa kami dengan bahasa inggris, di sana ada orang penerjemah korea. Kami bilang sama bapak tersebut untuk minta foto. Tapi kata bapak tersebut bilang saja mereka ramah-ramah dan akhirnya kami berfoto bersama mereka.
Di candi makin senang saja, sudah bisa melihat pemendangan di candi yang indah terus berfoto sama orang korea kenangan yang tak terlupakan.
Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Bas relief (relief paling bawah dari sebuah candi) dua candi utama mempunyai perbedaan yang mencolok, candi utama bagian utara menggambarkan perempuan dan candi utama bagian selatan menggambarkan laki-laki. Konon, gambar relief laki-laki dan perempuan yang mendekati ukuran sesungguhnya itu melambangkan bentuk kekaguman antara Rakai Pikatan dan permaisurinya, Pramudyawardani.
Berdasarkan prasasti Cri Kaluhunan (842M) Candi Plaosan dibangun oleh Ratu Sri Kaluhunan atas dukungan dari Raja. J.G.de Casparis  berpendapatan bahwa yang dimaksud Ratu Sri Kaluhunan disini adalah Pramodyawardani, putri raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra. Sedangkan yang dimaksud dengan Cri (Raja) disini adalah Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya. Dalam sejarah kerajaan Mataram Kuno, wangsa Syailendra adalah pengikut setia agama budha sedangkan wangsa Sanjaya pengikut setia agama hindu. Mereka berdua menikah, saling mencintai dan masih mempertahankan kesetiaannya pada agama masing-masing.
Perbedaan agama dan ideologi yang berbeda tidak lalu memisahkan mereka, tetapi justru saling mendukung dan menguatkan satu dengan yang lain. Rasa cinta mereka tertuang dalam arsitektur candi Plaosan, candi budha yang mendapatkan nuansa arsitektur hindu. Dua Candi Kembar beserta relief laki-laki perempuan yang melambangkan kesetiaan itu bahkan ada hingga sekarang. Mungkin setelah kita mengunjungi Candi Prambanan tidak ada salahnya kita sekalian berwisata ke Candi Plaosan yang hanya berjarak 2,6km dari Candi Prambanan, menyaksikan sendiri bukti kesetiaan cinta Rakai Pikatan kepada Permaisurinya walaupun berbeda agama dan ideologi.
Banyak yang salah memahami Candi Plaosan ini, yang dikatakan Candi Kembar itu bukan Candi yang terletak di bagian Lor (utara) sama dengan dibagian Kidul (selatan). Candi Utama yang hampir mirip satu dengan yang lain itu hanya ada pada Candi Plaosan bagian Lor. Sedangkan Candi Plaosan bagian kidul masih belum direkonstruksi dan belum diketahui memiliki candi induk/utama atau tidak.




0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.